Bela Diri Yang Aman Untuk Perempuan? Emang Ada?
Laki-laki yang akrab disapa Desta mengungkapkan, gerakan wing chun mengikuti energi lawan, dan lebih banyak mengandalkan kecepatan, distract, lalu lari untuk menyelamatkan diri. Pada praktiknya, teknik dan jurus mempelajari wing chun lebih mudah dipelajari oleh perempuan. Dengan berlatih wing chun, akan tumbuh sikap tidak keras kepala, fleksibel, tanggap, dan memiliki kemampuan memecahkan masalah.
Sebab, menurut Desta, perempuan lebih dapat mengendalikan emosi dan memiliki pergerakan yang luwes. Gerakan dalam olahraga ini lebih banyak melatih wanita untuk mempertahankan diri saat berhadapan dalam jarak dekat dengan lawan. Terutama lewat pukulan gabungan dan fleksibel memberikan cedera bagi penyerang. “Memang kalau belajar lebih cepat perempuan yang bisa,” kata Desta.
Namun, dalam praktiknya, bukan berarti seni bela diri wing chun hanya khusus diperuntukkan kaum perempuan. Sebab, menurut Desta, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah murid yang belajar wing chun. “Jumlah anak-anak yang latihan (anggota, Red) antara laki-laki dan perempuan itu hampir seimbang,” ucapnya.
Desta menambahkan, tidak ada juga pembeda antara jurus yang dipelajari anggota laki-laki dan perempuan. “Memang seni bela diri ini diciptakan oleh seorang biksu wanita. Tapi bukan berarti bela dirinya khusus untuk perempuan saja,” ungkapnya.

Comments
Post a Comment